Perbedaan Ronaldo dan Messi di Mata Del Bosque

Pelatih segudang pengalaman di pentas La Liga dan Internasional, Vicente Del Bosque berani menyebut jika Cristiano Ronaldo adalah pemaih hebat. Namun dirinya lebih memandang Lionel Messi sebagai yang paling hebat ketimbang bintang baru Juventus tersebut.

Del Bosque menyebut jika karakter bermain Messi sangat komplit dan lembut. Meski Ronaldo dan Messi saling menunjukkan kepasitasnya sebagai pemain bintang, namun dimata Del Bosque Messi tetap nomor satu.

Persaingan Messi dan Ronaldo juga hadir dalam bentuk penghargaan, terbukti sudah dalam satu dekade terakhir keduanya selalu bersaing dalam ajang Ballon d’Or. Memilih raihan yang sama dengan 5 gelar, namun di musim 2018 kemarin, persaingan keduanya dihentikan oleh Luka Modric.

Baru-baru ini, Del Bosque dihadapkan dalam sebuah pertanyaan perihal siapakah yang terhebat antara CR7 Vs Messi. Jawaban Del Bosque adalah tetap Messi karena dia mengetahui betul bagaimana Messi bisa berbuat positif kepada timnya.

Sejatinya Del Bosque tidak menepis bahwa Ronaldo memiliki keunggulan dalam kekuatan fisik, namun dia menilai Messi mempunyai bakat alami yang lebih besar daripada Ronaldo.

“Messi nyaris selalu bermain bagus. Ada pemain yang tidak pernah melakukan kesalahan. Dia memiliki keteraturan yang mengesankan. Dia adalah pemain hebat. Saya bertahan dengan Messi. Saya melihat pemain sepakbola yang lebih natural, dari waktunya di lingkungannya dahulu, bermain dengan teman-temannya di jalanan,” buka Del Bosque

“Meski begitu, Cristiano memiliki keberanian luar biasa, dengan kondisi fisik dan teknis sebagai pencetak gol yang hebat, tapi saya tetap Messi,” tutup Del Bosque.

Tak berbeda dengan Del Bosque, ada sosok mantan pelatih Madrid lainnya, Fabio Capello yang berani mengakui bahwa Messi adalah satu-satunya pemain yang jenius dalam karir kepelatihannya. Menurutnya Messi sangat unik dan hanya ada satu di dunia ini.

“Leo bukan pesepak bola biasa, dia jenius, dan dialah satu-satunya genius dalam dunia sepak bola. Dia tidak menjuarai banyak trofi di Argentina hanya karena dia tidak bisa melakukan semuanya seorang diri.” demikian sanjungan Capello.

Leave a Reply