Jorginho Ingin Lepas Dari Bayang-Bayang Sarri

Jorginho bisa disebut sebagai pemain yang setia dalam mengikuti jejak karir Maurizio Sarri. Tercatat sejak 2015, Jorginho selalu ada di rencana taktik Sarri. Kini semua telah berubah, dan Jorginho harus berjuang dengan dunia yang baru dalam misi merebut kepercayaan pelatih baru Chelsea, Frank Lampard.

Bisa dilihat bahwa Sarri telah meninggalkan Jorginho yang memutuskan meninggalkan London menuju Juventus. Jika merujuk pada kisah kedekatan Sarri dan Jorginho, maka keduanya sempat bekerja sama di Serie A Italia, Napoli sebelum hijrah ke Chelsea.

Sarri merasa cocok dengan dengan Jorginho karena menganggap sang pemain sudah mengerti dengan karakteristik strateginya, ‘Sarriball’. Tekanan pun terus berada di pundak Sarri, karena dianggap menganak emaskan Jorginho hingga membuat posisi N’Golo Kante di posisi aslinya harus tergeser.

Kini di skuat Juventus, Sarri diklaim tidak akan membawa kembali Jorginho, karena di Juve sudah ada sosok Miralem Pjanic. Dengan kata lain, Jorginho harus berjuang sendiri dan misi utamanya adalah mendapatkan kepercayaan Lampard dan beruntung baginya karena sang pelatih suka dengan karakteristik permainan Jorginho.

“Sarri adalah pelatih saya dan bukan teman saya. Kami bekerja sama selama empat tahun, tapi ini sudah lain waktu dan lembaran baru. Masa yang lain dalam kehidupan saya. Saya menantikan itu sekarang,” buka Jorginho.

“Sekarang saya meninggalkan dia, dan saya sudah sendiri dan sedang bekerja untuk tim sekarang, di Chelsea. Saya masih memiliki kontrak empat tahun. Saya sangat senang bisa berada di London dan Chelsea. Saya harap bisa bertahan lama di sini,” tutup Jorginho.

Ketika masih bersama Sarri, Jorginho diberikan tugas sebagai pengatur serangan dari lini tengah. Dengan formasi tiga gelandang, dia kerap diposisikan di tengah dan diapit oleh dua gelandang lain yang dimiliki Chelsea seperti N’Golo Kante dan Ross Barkley.

Terbaru adalah Chelsea bermain dengan taktik yang berbeda, dan hal itu terlihat ketika melawan Barcelona di ajang Rakuten Cup hari Selasa kemarin. Terlihat Lampard menggunakan formasi 4-2-3-1 dan Jorginho dipasangkan dengan Mateo Kovacic di tengah.

Jorginho merespon positif dengan perubahan posisinya dan sangat bersemangat dengan tugas baru yang diberikan oleh Lampard. Disini dirinya merasa bahwa lebih bisa mengkreasikan serangan dan terasa lebih bebas untuk berekspresi dengan umpan-umpannya.

“Saya senang, ini terasa baru bagi saya. Saya punya ruang lebih untuk menciptakan sesuatu. Saya lebih bebas jadi bisa melakukan banyak hal dengan kreativitas saya, jadi saya menyukainya,” tutup Jorginho.

Di prediksi bahwa Jorginho bersama Kovacic akan menjadi andalan Lampard dalam skema formasi Chelsea di musim baru nanti. Dengan predikat sebagai juara bertahan Liga Europa 2018-2019, Lampard dilanda penekanan luar biasa dan fans The Blues berharap tim kesayangannya tersebut bisa bersaing dengan tim-tim besar Premier League.

Leave a Reply